penyabab obesitas dan penyakit yang dapat terjadi karena obesitas

Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dengan tidak diimbangi oleh pergerakan fisik yang sesuai. Ketika energi yang dihasilkan dari pembakaran kalori tersebut tidak terpakai, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Seiring waktu, lemak ini akan terus bertumpuk dan terjadilah obesitas.
Image result for obesitas
Kebutuhan rata-rata kalori bagi wanita dewasa yang aktif secara fisik per hari adalah sekitar 2000, sedangkan bagi pria dewasa yang juga aktif secara fisik adalah 2500. Namun yang menjadi masalah adalah kebanyakan dari kita jarang bergerak. Entah disebabkan oleh pekerjaan yang mengikat (misalnya diharuskan untuk duduk di depan komputer sepanjang hari) atau karena kita lebih suka mengisi waktu luang dengan bersantai, menonton tv, bermain video game, atau tidur.
Pada nyatanya faktor pekerjaan tidak boleh dijadikan alasan karena kita masih bisa memanfaatkan waktu luang setidaknya setengah jam tiap hari untuk berolahraga, seperti halnya berjalan cepat di pagi/sore hari, bersepeda, atau melakukan senam aerobik. Namun sering kali hal positif ini tidak kita lakukan, apalagi kekurangaktifan fisik ini diperparah juga oleh kebiasaan kita menyantap makanan dalam jumlah besar, kesukaan mengonsumsi makanan siap saji, mengonsumsi minuman manis, atau bahkan mengonsumsi minuman beralkohol.
Selain pola makan yang tidak sehat dan badan yang kurang aktif bergerak, obesitas juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lainnya, seperti:
1. Gaya hidup
Obesitas bisa terjadi dikarenakan gaya hidup seseorang, apalagi zaman sekarang kemajuan teknologi telah berkembang pesat sehingga selain memberikan dampak positif bagi kehidupan seseorang tetapi juga memberikan dampak negatif. Teknologi yang canggih akan menjadikan orang malas-malasan karena semuanya dapat dilakuakan dengan lebih mudah tanpa mengelurakan tenaga yang banyak dengan mesin yang canggih. Misalnya dahulu ketika orang akan mencuci pakaian seseorang harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengucek, mengambil air sekarang dengan menggunakan mesin cuci maka seseorang tinggal memasukkan baju kedalam mesin cuci dan memencet tombol yang ada di mesin cuci.
Teknologi yang canggih ini memang menjadika efisiensi waktu serta kemudahan, tetapi disisi lain orang bisa terkena masalah obesitas jika tidak diimbangi dengan aktifitas lain yang dapat membakar kalori serta lemak dalam tubuh. Asupan tenaga serta gizi yang masuk kedalam tubuh lebih besar dibanding tenaga yang digunakan untuk melakukan aktifitas sehingga seseorang akan mengalami obesitas.
2. Pola makan berlebihan
Seseorang dapat mengalami obesitas bisa dikarenakan kurang bisa menjaga pola makannya. Orang gemuk akan lebih mudah tergoda pada makanan daripada orang kurus. Orang kurus makan jika merasa lapar atau tubuh membutuhkan asupan tenaga dan gizi. Sementara orang gemuk makan ketika timbul rasa keinginan untuk makan, baik kondisinya lapar atau tidak sehingga asupan makanan terlalu banyak didalam tubuhnya dan hal inilah yang menyebabkan obesitas. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan dan terlalu sering akan menyebabkan tubuh mempunyai cadangan makanan berlebih sehingga lemak pada tubuh juga akan menambah dan berlipat-lipat.
Banyak orang yang melakukan diet dengan cara mengurangi jumlah makannya, yaitu dari 3 kali seharimenjadi sekali, hal ini merupakan diet yag salah. Jika anda akan melakukan diet maka tetaplah makan 3 kali sehari dengan porsi yang dikuragi serta menu yang tidak mengandung banyak lemak, tetapi diganti dengan diperbanyak buah dan sayur. Orang gemuk atau obesitas sebenarnya buka karena makan yang terlalu banyak tetapi karena mereka lebih sering ngemil. Jadi hindari kebiasaan terlalu banyak ngemil jika anda ingin mengatasi obesitas serta atur pola makan anda, jangan sampai melakukan pola makan yang berlebihan.
3. Kurang gerak atau olahraga
Orang yang kurang melakukan aktifitas gerak ataupun olahraga dapat memiliki resiko terkena obesitas lebih tinggi dibanding dengan orang yang aktif melakukan gerakan ataupun olahraga. Orang yang bekerja dengan duduk dan tidak banyak bergerak maka sebaiknya diimbangi dengan melakukan olahraga secara teratur dengan intensitas seminggu sekali atau dua kali ketika week end, maka hal ini akan membantu tubuh dalam menormalkan tubuh sera membakar lemak dalam tubuh sehingga lemak dalam tubuh tidak menumpuk yang dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas.
Selain membakar lemak olahraga dapat meningkatkan kesehatan serta kebugaran tubu sehingga tubuh tidak akan mudah terserang berbagai penyakit serta tidak mudah lelah. Gerakan yang dilakukan saat melakukan aktifitas ataupun olahraga akan menjadikan tubuh mengeluarkan tenaga yang dapat membakar lemak dalam tubuh,sehingga tubuh menjadi tidak kelebihan lemak.
4. Genetik
Obesitas atau kegemukan bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Maka tidak heran jika kita sering menjumpai jika orang tuanya gemuk maka anaknya gemuk. Ternyata jumalah lemak yang ada pada tubuh anak salah satunya ditentukan oleh besarnya lemak yang ada pada tubuh orang tuanya melalui faktor genetik. Hal ini lebih berpengaruh ketika bayi sedang berada di kandungan ibu. Sang ibu yang mengamali obesitas saat hamil maka unsur lemak ibu akan diturunkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Maka saat bayi lahir unsur lemak yang ada ditubuh bayi akan relatif sama besar dengan unsur lemak ibunya sehingga anak ketika besar nanti juga lebih mudah mengalami resiko obesitas karena memang dari segi genetik telah ada
5. Kerusakan pada salah satu bagian otak
Pada otak terdapat bagian yang bertugas untuk mengontrol perilaku makan pada seseorang. Bagian otak yang mengatur hal tersebut disebut dengan hipotalamus. Hipotalamus merupakan bagian sel dalam otak yang berhubungan langung dengan sel-sel yang ada diluar otak serta berhubungan langsung dengan kelenjar dibawah otak. Hipotalamus ini memiliki dua bagian kontrol yaitu hipotalamus lateral (HL) yang tugasnya menggerakkan nafsu makan serta hipotalamus ventromedial (HVM) yang tugasnya menghentikan nafsu makan. Jika bagian salah satu hipotalamus pada seseorang rusak maka pola nafsu makannya akan tidak terkendali atau rusak. Jika bagian hipotalamus lateral yang rusak seseorang akan enggan makan sehingga bisa mati, sementara jika hipotalamus ventromedialnya yang rusak maka seseorang akan rakus pada makanan sehingga bisa terjadi kegemukan atau obesitas.
6. Pengaruh emosional
Emosi seseorang dapat menjadi salah satu penyebab obesitas. Ada sebuah pandangan yang menyatakan bahwa obesitas terjadi karena bermula dari masalah serta emosional yang tidak teratasi. Seseorang akan melampiaskan kemarahan serta emosinya dengan makan. Orang gemuk akan makan lebih banyak saat keadaan emosi atau tegang.
Penelitian yang telah dilakukan pada orang yang gemuk atau obesitas dengan orag yang kurus. Keduanya diteliti dengan cara disajikan keripik ketika mereka sedang menonton film. Film yang ditayangkan ada 4 jens yaitu film yang menegangkan, ceria, merangsang gairah seksual dan sebuah ceramah yang cenderung membosankan. Hasil penelitian bahwa orang kurus selera makan kripik cenderung sama pada semua jenis film yang ditayangkan, sedangkan orang gemuk selera makan kripiknya lebih tinggi pada saat mereka menonton film yang menegangkan. Jadi saat kondisi emosi atau tegang orang gemuk akan cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan.
7. Lingkungan
Lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Seseorang yang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang mempunyai pandangan bahwa kegemukan adalah simboldari kemakmuran maka orang tersebut akan lebih menginginkan dirinya gemuk sehingga kemungkinan kegemukan lebih mudah terjadi, selama tidak ada faktor lain atau faktor eksternal yang mempengaruhi. Orang obesitas tidak akan mengalami masalah psikologi yang berhubungan dengan kegemukan jika memang lingkugannya mempunyai pandangan bahwa gemuk itu justru lebih baik.
8. Faktor sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi terjadinya obesitas pada seseorang. Pada negara maju, obesitas lebih sering ditemukan dan dialami oleh orang dengan kelas sosial dengan ekonomi menegah ke bawah, sedangkan pada negara berkembang obesitas lebih sering dialami oleh orang yang mempunyai kelas sosial dengan ekonomi menengah keatas. Hal ini terjadi karena pandangan antara negara berkembang dan negara maju berbeda. Di negara berkembang, berpadangan bahwa orang gemuk berati makmur dan mampu memenuhi gizi yang dibutuhkan sehingga obesitas sering terjadi.
9. Penggunaan obat
Penggunaan obat medis juga merupakan salah satu penyebab terjadinya obesitas. Ada beberapa obat yang mempunyai efek samping menambah nafsu makan, sehingga orang akan makan lebih dari normalnya sehingga obesitas akan terjadi dengan mudahnya serta tanpa disadari. Penggunaan obat KB juga sering membuat oarang menjadi subur, sehingga meningkatkan nafsu makan dan menjadikan obesitas jika tidak diimbangi dengan olahraga yang teratur.
10. Faktor gender
Gender merupakan salah satu penyebab terjadinya obesitas. Wanita cenderung lebih mudah mengalami obesitas dibanding dengan pria. Dalam urusan medis, pria lebih tinggi tingkat metabolismenya dibanding dengan wanita. Pria lebih banyak membutuhkan kalori pada tubuhnya sehingga tidak menjadi lemak dan daging. Sementara wanita yang tidak sebanyak pria dalam membutuhkan kalori menjadikan kalorinya menumpuk menjadi lemak dan daging sehingga terjadiya obesitas lebih mudah. Wanita lebih sering dan banyak makan, artinya banyak energi dan zat-zat yang masuk kedalam tubuh, tetapi tidak dikeluarkan dengan seimbang, pemasukan lebih banyak daripada pengeluaran, sehingga ini yang menjadikan faktor kelebihan berat badan.
11. Aktifitas fisik
Aktifitas fisik yang aktif akan membantu tubuh membakar kelebihan lemak dalam tubuh anda sehingga tidak menumpuk dan menimbulkan obesitas. Kalori yang ada dalam tubuh akan digunakan untuk melakukan aktifitas fisik. Jika kita sangat aktif maka lemak juga akan ikut digunakan sebagai energi jika kalori telah habis didalam tubuh. Orang yang cenderung melakukan aktifitas pasif, kalori didalam tubuhnya aka berlebih sehingga tidak digunakan oleh tubuh tetapi bisa menjadi lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Orang yang sudah mengalami obesitas akan lebih malas melakukan aktifitas dan gerak karena keberatan berat badan sehingga ruang geraknya akan cenderung lebih susah dan berat.
12. Faktor usia
Faktor usia merupakan salah satu penyebab obesitas. Saat usia semakin tua maka tubuh semakin membutuhkan kalori yang sedikit karena mereka akan cenderung lebih sedikit melakukan aktfitasnya dibanding ketika mereka masih muda. Tubuh akan menjadi kelebihan kalori dan lemak sehingga akan lebih mudah myebabkan obesitas. Usia tua inilah yang lebih mudah terkena obesitas, tetapi jika usia tua anda diisi dengan aktifitas yang banyak serta olahraga yang teratur maka akan mengurangi resiko mengalami obesitas.
13. Kelebihan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori
Makanan yang mengandung kalori tinggi akan menyebabkan tubuh anda menjadi sangat rentan mengalami obesitas. Makanan ini akan menyumbang kalori yang ada didalam tubuh, jika kalori ini tidak digunakan untuk melakukan aktifitas yang bisa mengurangi kalori didalam tubuh maka akan menyebabkann tubuh kelebihan kalori sehingga mengalami obesitas.
Makanan yang mengandung kalori tinggi lebih sering pada makanan kemasan yang cepat saji seperti nugget ayam, burger, mnuman soda, kentang goreng, ice cream, gorengan, kuah daging, sosis sapi, sosis ayam, sereal manis, cokelat, mayones, aneka krim, kopi instan, mentega, roti gandum, keju, salad dressing serta masih banyak lagi makanan yang memicu timbulnya obesitas jika terlalu banyak dalam mengkonsumsinya. Anda ganti pola makan anda dengan mengkonsumsi buah serta sayur maka ini akan jauh lebih aman karena buah dan sayur selain menyehatkan tubuh juga tidak menimbulkan efek gemuk pada tubuh justru dapat memicu untuk diet.
Ada beberapa jenis penyakit yang dampaknya bisa menyebabkan kenaikan berat badan, di antaranya:

  • Sindrom Prader-Willi. Seseorang yang lahir dengan gangguan genetik ini akan memiliki nafsu makan yang ekstre
  • Arthritis. Seseorang yang mengalami radang sendi biasanya akan sulit bergerak.Kondisi ini menjadikan aktivitas terbatas sehingga rentan mengalami kenaikan berat badan.
  • Sindrom Cushing. Penderita kondisi ini memiliki kadar hormon kortisol yang sangat tinggi di dalam tubuhnya. Kortisol adalah salah satu hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Sindrom ovarium polikistik. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon di dalam sistem reproduksi wanita.
  • Hipotiroidisme. Ini merupakan gangguan kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan produksi hormon-hormon penting menjadi kurang atau bahkan terhenti.

SUMBER: 
https://halosehat.com/penyakit/obesitas/penyebab-obesitas
http://www.alodokter.com/obesitas/penyebab
https://youtu.be/yDbocZ438f0
http://www.netralnews.com/foto/2017/04/10/306-obesitas_gen_sehat-718x452.jpg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGAN PENCERNAAN TAMBAHAN

JENIS-JENIS HASIL PENGOLAHAN SEREALIA

lampu dari batok kelapa